my imagination, my soul

the way i've choosen maybe is yours too... so let the dreams come true

Foto Saya
jolanda atmadjaja herlambang
Indonesia
Melihat profil lengkap saya

Senin, Juni 30, 2008

'Expect Emotions' - 'perayaan seni' ala Piala UEFA Euro 2008

Bukan hal baru untuk jaman konseptual seperti saat ini sebuah event akbar didesain khusus dengan melibatkan beragam disiplin dan tentunya dengan memanfaatkan teknologi digital dan informasi dalam teknis serta publikasinya. Kreativitas dalam bisnis, seni, hiburan dan teknologi menjadi satu kesatuan spirit dan tujuan.

Expect Emotions – ternyata memang bukan sekedar slogan ajang Euro 2008, pertandingan sepakbola antar negara di Eropa di bawah naungan UEFA ini. Beragam detail-detail berkait dengan upaya promosi, teknik penyelenggaraan, kemasan acara, dll. menyiratkan ‘expect emotions’ sebagai tema sentral. Ajang Euro 2008 mewadahi unsur seni sepakbola, seni pertunjukan, seni visual, fashion, seni marketing juga sadar akan konteks budaya lokal ‘tuan rumah’ Swiss dan Austria.

Berawal dari ditayangkannya secara berkala atraksi ‘seni sepakbola’ ala animasi mascot Piala Euro 2008 si kembar Trix & Flix
serta sejarah per-sepak bola-an di negara-negara Eropa dan tentang ajang Piala UEFAdi stasiun televisi pemegang hak siar sejak Mei 2008 lalu -
upaya penyebaran spirit dan euphoria Euro 2008 mulai meluas, tidak hanya menarik minat penikmat sepakbola tapi juga memenangkan benak anak-anak dan masyarakat umum.

sumber gambar : http://www.truveo.com/


Didukung oleh spirit dan keunikan lagu tema ‘Like a Superstar’ ala Shaggy – penyanyi Reggae Jamaica berkarakter suara khas, juga visualisasi pedesaan sekitar Pegunungan Alpen di Swiss dan Austria – video klip musik animasi Trix dan Flix ini bertujuan tidak hanya sebagai media promosi, tapi juga kesadaran budaya lokal, menyampaikan pesan bahwa sepakbola adalah olahraga sekaligus hiburan (diperkuat dengan gaya dance Trix & Flix).


Citra permainan sepakbola, identitas ‘tuan rumah’ Swiss dan Austria dan 16 negara peserta terwujud pada :
- karakter serius, mampu mengontrol diri pada Trix (nomor punggung 20 – kostum putih mewakili Austria) dan karakter periang dan kreatif pada Flix (nomor punggung 08 – kostum merah mewakili Swiss)
- simbolisasi Alpen pada logo dan ‘spiky hair’ Trix & Flix - pemilihan warna mascot (merah dan putih) sesuai dengan warna bendera
- simbolisasi Swiss dan Austria (pegunungan Alpen, bermain ski, patung sapi, padang rumput, dll.) dalam kemasan atraksi seni pertunjukan musik waltz, tari dan konfigurasi juga parade 16 bendera negara pada upacara pembukaan
- visualisasi atribut bendera dalam bentuk rangkaian balon (yang akhirnya dilepaskan) dan konfigurasi kostum 16 negara peserta pada upacara penutupan






sumber gambar : http://euro2008.antara.co.id/news/?id=MTIxMjg1NjUxMw==

Beragam ekspresi perasaan pemain, pelatih, penonton, penyelenggara dg ditunjang oleh kemajuan teknologi pengambilan gambar divisualisasi dan dipublikasi melalui media massa, dengan tujuan menularkan spirit pada penonton di seluruh dunia.
- sumber gambar
Dengan cara demikian Euro 2008 menjadi satu paket tontonan yang multi dimensi -
tidak hanya berupa jurnal harian perkembangan pertandingan, strategi permainan, profil pemain dan pelatih, info manajemen penyelenggaraan meliputi pula info sistem keamanan, transportasi, akomodasi, dll. tetapi juga tentang sisi emosi serta kehidupan sosial budaya yang melingkupi selama ajang berlangsung.
Sebuah pembelajaran informal.

Demam Euro 2008 tidak hanya berimbas pada kehidupan sosial, budaya, tapi juga mendukung pula pergerakan ekonomi.
Keragaman gaya busana dan tata rias supporter menambah kemeriahan perayaan, bahkan mewabah ke seluruh dunia.
Lukisan bendera negara peserta pada wajah dan bagian tubuh lain menjadi pemandangan umum yang banyak dijumpai -
tidak hanya pada penonton dalam stadion, tapi juga yang berada di luar stadion, di pusat keramaian, maupun menjadi riasan pendukung acara kuis dan tentang Euro 2008 lainnya.

Lagu tema Euro 2008 dan video klip musik pendukung penyebaran spirit diluncurkan
sebagai salah satu pendukung unsur bisnis dan hiburan.
'Can You Hear Me' Enrique Iglesias, 'Like A Superstar' dan 'Feel the Rush' Shaggy sampai 'Play' yang dinyanyikan Dewi Sandra bersama para model Luna Maya dan Sandra Dewi.

Swiss dan Austria yang selama ini dikenal dengan obyek wisata kota lama, museum, wisata alam, olah raga musim dingin dan pusat seni menjadi lebih berwarna. Acara ‘Nonton Bareng’ dipadukan pula dengan sajian musik klasik, teater, dan kebudayaan lain, kuliner, keindahan kota lama dan rekreasi alam.
Coca-cola, Carlsberg, Castrol, Master Card, hingga Mc. Donalds selaku pihak sponsor
menawarkan beragam program dan informasi untuk memanjakan para Euro mania.
Beragam merchandise menarik minat awam, bukan hanya penikmat sepak bola.
Sebuah museum di Wina menggelar pula pameran sepak bola yang menyajikan visualisasi beragam ekspresi penikmat sepak bola dalam bentuk patung.
Fenomena ini semakin menunjukkan kekuatan event olah raga sepak bola sebagai salah satu pemersatu masyarakat dunia, di samping peristiwa-peristiwa sosial kemanusiaan
juga melebihi popularitas event olah raga lain, peristiwa politik, ajang musik internasional, dll.

Ditinjau dari segi teknis permainan sepakbola -
berdasar pengamatan pemerhati sepak bola –
berbagai pengembangan pola permainan dilakukan seperti pada penerapan formasi, ‘keseimbangan’ antara unsur ‘menyerang’ dan ‘bertahan’, dll.
Rangkaian pertandingan yang dinamis, perselisihan wasit dengan pelatih, pergantian pemain, gaya permainan, dll. mewarnai pula ‘pergulatan emosi’ dalam keseluruhan permainan.

- sumber gambar


Sepanjang penyelenggaraan berbagai event sepakbola antar negara selama ini –
rangkaian event Euro 2008 dapat dikategorikan telah menyuguhkan sajian utuh, konseptual, multi dimensi dan inter disiplin –
paduan bisnis, olah raga, hiburan dan seni -
secara umum terlaksana sesuai harapan....
‘Expect Emotions’







Minggu, Juni 29, 2008

Manusia Urban dan Estetika Kota

‘Arsitektur sejati adalah keluaran dan kedalaman manusia yang mencari makna’

YB Mangunwijaya
Manusia Pasca Modern, Semesta dan Tuhan (1999:70)

Kota adalah ironi. Kelimpahan versus kemiskinan. Keteraturan dengan kesemrawutan. Kesenangan dan penderitaan. Kota adalah ‘proses’ tanpa henti.

Bagi banyak manusia di dalamnya kota adalah impian, tumpuan harapan hidup dan ‘pelabuhan’ bagi beragam hasrat diri. Dinamika kota memberi makna bagi para pelaku kehidupan, antara perjuangan dan gaya hidup.

Manusia urban berproses menuju kutub positif dan negatif. Tindakan proaktif memberi kontribusi pada perancangan kota. Sebaliknya pembangunan kota yang cenderung mengarah pada ketidakstabilan ekosistem berakibat dan diakibatkan pula oleh perilaku hidup manusia urban.


Estetika kota bukanlah terletak pada pembangunan fisik tanpa perhitungan dampak lingkungan. Bukanlah ‘perayaan’ perkembangan teknologi semata. Bukan pula hanya sebatas slogan ‘tegar beriman’, berhati nyaman, dll. Estetika kota adalah proses terpadu manusia, ruang, lingkungan dan waktu. Sebuah kota yang memiliki ‘value’. Kota yang 'hidup' dari beragam interaksi yang ada di dalamnya.


Tiap kota memiliki ciri khusus berkait kehidupan sosial budaya, ekonomi, politik bahkan ideologi yang dianut warganya. Kota tradisional berciri kehidupan agraris dan orientasi adat istiadat serta kehidupan sosial sehingga estetika kota berkait erat dengan dimensi alam dan kebudayaan yang melingkupinya. Kota modern dengan segala fasilitas fisik dan gaya hidup warganya menjadikan estetika kota cenderung berkonteks budaya kontemporer berikut hasil teknologi yang melengkapinya.

Industri kreatif yang memadukan unsur hiburan, seni dan teknologi dengan kemasan kreatif, interaktif, teknologis, multi media dan multi disiplin mewarnai kehidupan kota. Perkembangan video game, animasi, komputer, film, musik, seni instalasi, seni pertunjukan, kerajinan, desain, riset, teknologi, dll. menjadi bagian dinamika kota. Industri kreatif menjadi potensi penting untuk pemberdayaan diri masyarakat urban.

Home industry seperti kerajinan, makanan dan minuman tradisional seperti jamu, obat-obatan, dll. menjadi populer. Selain lebih terbuka dan menjadi obyek wisata. Produk dan jasa ber-citra lokal ditawarkan dengan desain kemasan yang memorable dan orientasi ‘keutuhan citra lokal’ dalam konsep produksi dan pemasaran.

Perkembangan teknologi digital dan informasi memberi kemudahan akses dan pemanfaatan teknologi baru. ‘Bekerja di rumah’ menjadi pilihan dengan semakin mudahnya manajemen informasi dan efisiensi kerja. Dunia maya menjadi ajang sosialisasi dan turut andil dalam kemunculan beragam komunitas berbasis peminatan. Media massa menjadi primadona dan menjadi agen bagi beragam perubahan.

Dengan didukung kemajuan media massa - trend fashion, seni kuliner dan elaborasi budaya lokal sebagai kasus industri kreatif melahirkan beragam fenomena seperti trend batik di kalangan anak muda urban, kota Bandung sebagai ‘kota factory outlet’ , trend ‘harajuku style’ dengan adaptasi gaya busana tokoh animasi Jepang, kawasan Kelapa Gading sebagai pusat jajan dan makanan, dan gejala-gejala lain.

‘Pertunjukan’ menjadi orientasi. Di beragam cafĂ© dan rumah makan atraksi bartender, juru masak, peracik es krim, coklat, jamu dan obat-obatan tradisional, pembuat kue dan roti menjadi tontonan sekaligus bagian dari pembelajaran informal bagi masyarakat urban. Budaya tontonan menjadikan kota seperti area pajang dan 'toko serba ada'.

Kegiatan ekonomi kota selain ditunjang oleh perkembangan industri kreatif, ditunjang pula oleh gaya hidup. Gaya hidup konsumtif berdampak pada merebaknya pembangunan pusat perbelanjaan. Pusat kota, jalan utama di perumahan, lapangan olah raga atau area strategis lainnya telah menjadi ‘pasar kaget’. Fungsi kegiatan olah raga dibarengi dengan kegiatan rekreatif dan konsumtif menjadikan area tersebut merupakan favorit warga kota.

Setiap perkembangan dan keputusan penata kota berdampak pada konsekuensi yang akhirnya jadi pijakan untuk langkah selanjutnya. Pembangunan fisik kota yang cenderung ‘mengacaukan’ keseimbangan ekosistem pada akhirnya wajib direka ulang demi keberlangsungan kehidupan kota, termasuk di dalamnya pembangunan mental positif masyarakat.




Bencana alam, penumpukan sampah yang tak terkendali, kemiskinan, kriminalitas, kemacetan lalu lintas, dan beragam permasalahan lain menjadikan tantangan yang dihadapi untuk menjadikan estetika kota tidak sekedar mengarah pada ‘keindahan semu’.
‘Back to Nature’ menjadi kebutuhan sekaligus gaya hidup manusia urban dan estetika kota masa kini menjadikan kembali nilai-nilai keseimbangan ekosistem di segala aspek kehidupan.

sumber gambar : www.kompas.com/data/photo/2008/04/28/142850p.jpg




‘ In the age of life, it is the very plurality of life that possesses a superior and rich worth. The rising interest in the environment and the new importance given ecology aim at preserving the diversity of life.
Life is the creation of meaning. The life of the individual and the diversity each species possesses is linked to the diversity of all of the different human cultures, languages, traditions, and arts that exist on the earth. In the coming age, the machine-age ideal of universality will be exchanged for a symbiosis of different cultures.’

Khiso Kurokawa

Senin, Mei 26, 2008

The Gift



If life begins….

it’s not only understanding the 'chaos'
or a journey to the ‘black hole’

stay in harmony
cheerful in spite of the sadness
try to live happily
enjoy everything
think that you’ll always be OK

feel every breath you take
you can feel the Love and Hope, too

that’s The Gift you can trust !




sumber gambar :

http://www.gifts.com/occasions/birthday

Selasa, Mei 20, 2008

be in your beautiful way, PAP !

the dreams…
the life….
did the best you could
....in learning process…

maybe some questions had no answer
but we know
that you had been…
and always be in your beautiful way, Pap !

in our spirit and hearts, too…..




‘Berbagi adalah wujud nyata ungkapan syukur’ - Hardy Atmadjaja 25 mei 1936 – 20 mei 2000

Jumat, Mei 16, 2008

Lupa dan Luka

bertanyalah pada kebahagiaan
yang mampu membuat kita lupa
bertanyalah pada kesedihan
yang menjadikan kita ter- luka

bertanyalah pada kebodohan
se-berapa dalam-kah lupa dan luka mengendalikan kita
dan bertanyalah pada kebijaksanaan
mampukah lupa dan luka sirna…

Senin, Mei 12, 2008

Video Klip Musik - kekuatan citra, sensasi tontonan, dan daya pikat pasar

Video klip musik
merupakan media komunikasi visual, ekspresi seni, desain dan teknologi sekaligus media promosi

di era 80-an saat klip musik direkam dalam video tape format BETA
melalui klip kumpulan hits TOP POP 12,13,14,dst
kita kenal aksi cowok cantik Boy George (Culture Club) dalam lagu Karma Chameleon,
aksi ‘moon-walker’ Michael Jackson maupun gaya sensual ‘Material Girl
Madonna

kekuatan citra pada klip musik dapat memberi sensasi tontonan
yang memiliki kekuatan personal touch dan memorable

kekuatan citra ditunjang oleh
kekuatan tema, teknik visualisasi, dimensi artistik, desain set, adegan, kreativitas alur cerita,
keterkaitan visualisasi dengan karakter genre musik, vokal, penyanyi, musisi, dll.

perkembangan video klip musik
sejalan dengan perkembangan seni, desain, film, teknologi digital dan informasi
termasuk pula media massa
kepentingan ‘pasar’, produser bahkan kepentingan politis

beragam orientasi terdapat pada tiap visualisasi antara lain :

*** tujuan artistik melalui kekuatan sinematografis, ekspose keindahan alam, situasi, setting, dsb.

dimensi artistik dan kekuatan sinematografis
menjadi tujuan 2 klip musik ber-genre rock 30 Seconds to Mars
keterkaitan tema cerita dengan makna lirik lagu tidak diutamakan- namun tidak terjadi kontradiksi antara visualisasi dengan makna lirik yang cenderung bersifat renungan


diawali dengan pesan tentang kepedulian terhadap ketidakseimbangan iklim, global warming - dengan setting Greeland, pulau di Samudera Atlantik bagian Utara

dualisme alam – karakter ‘dingin, beku, terjal’ gurun es dengan ‘hangat' langit senja –
menjadi elemen estetik yang diekspose dalam klip 'Beautiful Lie’


sementara dramatisasi sejarah yang tergambar dalam film ‘The Last Emperor’ di-ekspose kembali sebagai visualisasi

‘From Yesterday’

kostum dan tata rias Jaret Leto (vokalis), dkk memperkuat kesan dramatik





*** kepentingan bisnis, tujuan promosi ataupun pendukung produksi film ataupun sinetron
dengan menvisualisasikan hal-hal yang memiliki daya pikat untuk memenangkan benak pasar,
baik berupa obyek, setting, komposisi desain, dll.








melalui dinamika gerak dan lagu, sensualitas penampilan Mulan Jameela,
pemanfaatan model cantik dan tengah populer - Sandra Dewi dan Cinta Laura
video klip ‘Wonder Woman’ menjadi media pemikat dengan tujuan menjaring pasar
terlepas dari kurang mendukungnya visualisasi tema, ekspresi penyanyi dan model
dengan makna yang terkandung dalam lirik lagu

penerapan kostum dan desain set ‘wonder woman’
lebih menjadi penekanan judul
menjadi kontradiktif - bila dikaitkan dengan lirik ‘aku bukan wonder woman-mu’
dan tidak mencerminkan makna keseluruhan lirik yang menyatakan perasaan sakit hati



*** keterkaitan tema dengan lirik, karakter lagu-penyanyi-kelompok musik

‘kekuatan air’ menjadi tema sentral
dalam visualisasi lagu ‘Cinta Ini Membunuhku’ d’Masiv
dan ‘Cinta dalam Hati’ Ungu

pada 2 kasus klip ini ada benang merah antara makna lirik dengan alur cerita yang divisualisasikan
sementara ‘air’ walau divisualisasikan dengan versi berbeda
digambarkan memiliki kekuatan untuk menghentikan ‘hidup’ dan mengawali perpisahan

dikuatkan oleh visualisasi menyanyi dalam air oleh d'Masiv

dan model Sophia Latjuba sebagai 'manusia air' dalam klip 'Cinta dalam Hati'


*** pemanfaatan animasi, teknologi komputer, baik untuk teknik visualisasi maupun sebagai pendukung cerita dan citra yang ingin ditampilkan



Hey Gadis’ Samsons
alur cerita yang terkait dengan lirik dan penggambaran karakter personil Samsons - orientasi kesan dinamis sesuai ritme yang ditampilkan
divisualisasikan dengan memanfaatkan teknologi komputer grafis – teknik animasi


*** penyampaian pesan tertentu (ekspresi perasaan, sosial, politis, ideologi, dll.)

visualisasi ‘Black or White’ Michael Jackson secara jelas menyampaikan pesan tentang keberagaman dalam kehidupan sosial
dengan ekspose beragam etnis dan kebudayaan
diawali konflik ayah dan anak di masa sekarang
yang menjadi simbol perbedaan antar generasi

alur visualisasi dinamis dengan point of interest - metamorfosa wajah beragam etnis dan ras di dunia - dengan bantuan teknologi komputer


telaah estetik video klip musik berkait dengan pemahaman multidimensi,

baik sebagai karya seni musik, film, fotografi, desain grafis dan komunikasi visual, hasil teknologi, maupun media promosi - dengan tinjauan dari aspek prinsip komposisi seni dan desain, teknik visualisasi, psikologi, sosiologi, politik, dan disiplin terkait lain sesuai konteks permasalahan per kasus


sumber gambar : www.youtube.com

Minggu, Mei 11, 2008

saat rocker sedang 'mellow'

video klip Andra and The Backbone
sutradara : Tepan Kobain

http://www.youtube.com/watch?v=4D2etz7RMOA

‘sempurna’

personal touch melalui kekuatan gitar akustik
(ala 'more than word' extreme dan 'dust in the wind' scorpions)

romantis - maskulin
kekuatan lirik dan lagu



‘main hati’

orientasi kekuatan ‘rasa’
semi melankolis
melalui simbolisasi ‘melayang’ di kota lama
paduan teks naratif dan adegan romantis
natural....


saat rocker sedang mellow…...

less is more
minimalis
dominan hitam putih
alur sederhana